8 Gejala Diabetes Pada Tahap Awal Yang Harus Diketahui

Gejala diabetes tahap awal

Gejala diabetes tahap awal perlu diketahui, agar kita dapat mengantisipasi penyakit yang menimpa sebagian besar masyarakat Indonesia ini. Terlambat mengetahui gejala kencing manis, bisa berakibat fatal. Karena jika komplikasi dengan penyakit lain, penanganan dan penyembuhannya juga akan semakin sulit.

Gejala diabetes tahap awal

Diabetes merupakan penyakit dengan jangka waktu yang panjang yang ditandai dengan tingginya kadar gula darah dalam tubuh hingga mencapai batas normal. Jika melebihi batas normal, maka akan terjadi ketidak-seimbangan sistem yang mengakibatkan munculnya penyakit lainnya.

Berikut merupakan kadar gula darah yang normal pada tubuh:

  • Sebelum makan : berkisar 70-130 mg/dl.
  • Dua jam sesudah makan : kurang dari 140 mg/dl.
  • Saat puasa selama kurang lebih 10 jam : kurang dari 100 mg/dl.
  • Saat mau tidur : 100-140 mg/dl.

Mengutip dari health line, glukosa yang tinggi dapat merusak organ dan jaringan di seluruh tubuh. Semakin melonjak kadar gula darah dan tidak langsung di tangani akan berisiko pada seseorang menderita komplikasi akibat diabetes tersebut.

Komplikasi Penyakit Diabetes

Jika gejala diabetes tahap awal tidak segera ditangani, komplikasi yang berhubungan dengan penyakit diabetes diantaranya:

  1. Penyakit jantung atau serangan jantung.
  2. Stroke.
  3. Sakit saraf.
  4. Nefropati atau penyakit ginjal akibat diebetes.
  5. Retinopati dan kehilangan penglihatan.
  6. Gangguan pendengaran.
  7. Kerusakan kaki seperti infeksi dan luka yang tidak kunjung sembuh.
  8. Kondisi kulit seperti infeksi bakteri dan jamur.
  9. Depresi.
  10. Demensia.

Pada ibu hamil, diabetes yang tidak terkontrol bisa terjadi masalah yang dapat mempengaruhi keselamatan sendiri maupun bayinya, seperti:

Risiko diabetes pada ibu.

Sang ibu dapat terjadi komplikasi seperti:

  • Tekanan darah tinggi (preeklampsia) atau diabetes tipe 2.
  • Sang ibu mungkin juga membutuhkan bedah caesar.

Risiko diabetes pada bayi.

  • Lahir prematur.
  • Berat badan berlebih.
  • Peningkatan risiko diabetes tipe 2 di kemudian hari.
  • Gula darah rendah.
  • Penyakit kuning.
  • Kelahiran mati.

Gejala diabetes tahap awal yang perlu diketahui.

Lebih memahami tanda-tanda dan gejala awal pada diabetes merupakan solusi terbaik untuk seseorang supaya segera mendapatkan perawatan lebih cepat dan tepat sehingga mencegah risiko komplikasi parah yang disebabkan penyakit kronis ini.

Diabetes tipe 2 merupakan diabetes yang sering diderita seseorang daripada diabetes tipe 1.

Diabetes tipe 2 ini disebabkan karena pankreas kurang atau tidak dapat memproduksi insulin yang cukup dan sel-sel tubuh yang kurang sensitif terhadap insulin.

Diabetes Tipe 2

Hal ini terjadi karena insulin yang dihasilkan tidak bisa digunakan dengan baik atau sering disebut dengan resistensi tubuh terhadap insulin.

Berdasarkan Medical News Today, diabetes tipe 2 merupakan kondisi yang sering terjadi.

Data tahun 2017 dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC) di Amerika Serikat, menunjukkan bahwa 30,3 juta orang dewasa di Amerika mengidap diabetes tipe 2.

Berikut beberapa gejala diabetes tahap awal tipe 2 yang di ungkapkan Medical News Today diantaranya adalah:

Sering buang air kecil.

Pada saat gula darah naik, ginjal mencoba membuang gula yang berlebihan dengan cara menyaringnya keluar dari darah. kondisi ini dapat mengakibatkan seseorang sering buang air kecil terutama pada saat malam hari.

Sering merasa haus.

Karena banyaknya air yang dikeluarkan karena sering pipis, tubuh akhirnya sering merasa haus.

Seiring berjalannya waktu hal ini dapat mengakibatkan dehidrasi dan mengakibatkan seseorang merasa lebih haus dari biasanya.

Sering merasa lapar.

Sering merasa lapar dan haus merupakan gejala diabetes tahap awal tipe 2.

Karenanya penderita tidak mendapatkan energi yang cukup dari makanan yang mereka konsumsi.

Pada sistem pencernaan mempunyai tugas untuk memecah makanan menjadi gula sederhana yaitu glukosa. glukosa dibutuhkan tubuh sebagai sumber bahan bakar.

Bagi penderita diabetes glukosa tidak cukup bergerak dari aliran darah menuju ke sel-sel tubuh. sehingga menyebabkan seorang yang menderita diabetes tipe 2 akan sering merasa lapar terus menerus.

Sering merasa lelah.

Merasa kelelahan terjadi pada saat gula darah tidak mampu bergerak dari aliran darah menuju ke sel-sel pada tubuh. diabetes tipe 2 bisa saja berakibat pada tingkat energi seseorang dan mengakibatkan penderita merasa sangat lelah.

Penglihatan kabur.

Naiknya kadar gula darah dapat merusak pembuluh darah kecil dimata, yang bisa mengakibatkan penglihatannya kabur. hal ini dapat terjadi pada satu mata atau dua mata dan dapat datang dan pergi.

Jika hal ini terjadi segera lakukan pengobatan, apabila tidak akan menjadi lebih parah karena  bisa jadi sampai buta.

Penyembuhan luka melambat.

Gejala diabetes tahap awal selanjutnya adalah lambatnya penyembuhan luka. Kelebihan kadar gula darah dapat merusak saraf dan pembuluh darah tubuh, yang bisa mengganggu sirkulasi darah.

Akhirnya, luka kecilpun membutuhkan waktu penyembuhan selama berminggu-minggu hingga berbulan-bulan untuk dapat pulih. penyembuhan lambat ini dapat meningkatkan infeksi.

Kesemutan, mati rasa, atau nyeri pada tangan atau kaki.

Kenaikan kadar gula darah dapat mempengaruhi sirkulasi darah dan merusak saraf tubuh.

Pada penderita diabetes tipe 2 dapat merasakan sakit atau kesemutan hingga mati rasa pada kaki dan tangan.

Hal ini disebut dengan neuropati, kondisi ini dapat memburuk dari waktu ke waktu hingga sampai menyebabkan komplikasi yang serius jika tidak langsung mendapatkan perawatan diabetes.

Muncul bercak kulit gelap.

Untuk gejala diabetes tahap awal yang terakhir adalah munculnya bercak kulit gelap yang biasanya terlihat di lipatan ketiak, leher, atau selakangan dapat menandakan risiko diabetes lebih tinggi. bercak ini terasa sangat lembut. hal ini dikenal dengan sebutan Acanthosis Nigricans.

Diabetes bisa menyebabkan disfungsi ereksi

Pada penderita pria, diabetes sering menjadi momok yang ditakuti sebagian besar kalangan pria. Penyakit diabetes bisa menurunkan kemampuan seksual seperti disfungsi ereksi, ejakulasi dini, bahkan impotensi.

Disfungsi ereksi pada penderita diabetes disebabkan karena adanya perubahan pada tubuh yang mengakibatkan gangguan pada saraf dan pembuluh darah. Tingginya kadar gula dalam darah bisa mengakibatkan rusaknya fungsi alami pembuluh darah, sehingga penderita pria tidak dapat ereksi dengan maksimal.

Perlu anda ketahui bahwa organ penis bukanlah otot. Hal ini ditandai dengan tidak dapat digerakkan secara sengaja saat mengalami ereksi. Terjadinya Ereksi sendiri karena adanya penumpukan aliran darah pada penis.

Pada saat terangsang, saraf akan membuat pembuluh darah dalam penis melebar, sehingga aliran darah yang masuk akan lebih banyak daripada yang keluar, sehingga organ tersebut mengeras.

Pada penderita diabetes, mereka akan merasakan gangguan pada pembuluh darah. Hal itu membuat darah tidak dapat bertahan di dalam penis, sehingga terjadilah disfungsi ereksi.

Demikian beberapa gejala diabetes tahap awal yang perlu anda ketahui, agar bisa lebih waspada jika muncul tanda-tanda seperti di atas. Konsultasikan kepada dokter atau ahli gizi jika anda anda merasakan gejala-gejala di atas.

Anda juga bisa mengkonsumsi obat pengontrol gula darah sebagai bagian dari ikhtiar sehat, supaya gula darah anda tetap seimbang. Mencegah lebih baik daripada mengobati bukan?

Oleh Sobat Herbal

Lulus sebagai Dokter Umum pada tahun 2002 dari Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti, Jakarta. Dan menjadi Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin pada tahun 2009 dari Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin, Makassar. Saat ini dr. Savira berpraktik di RS. Elisabeth Semarang dengan spesialisasi kulit dan kelamin. dr Savira juga menjadi Medical Editor di extrapembesarpenis.com dan aktif menjadi pembicara pada even-even kesehatan khususnya kecantikan.

1 komentar

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *