Komplikasi Diabetes Mellitus Bisa Menyerang Seluruh Tubuh

Posted on 15 Januari 2021

Komplikasi diabetes mellitus bisa sangat berbahaya, apalagi jika tidak ditangani sejak dini. Karena bisa menyerang organ lain dari mulai kaki hingga mata. Tak jarang banyak kasus amputasi bagian tubuh dikarenakan komplikasi diabetes melitus ini.

Peningkatan dan penurunan gula darah secara drastis dapat menyebabkan terjadinya komplikasi diabetes mellitus akut. Hal seperti ini harus segera mendapat penanganan medis. jika tidak segera ditangani dapat mengakibatkan hilangnya kesadaran, kejang, hingga kematian.

Komplikasi diabetes mellitus

Komplikasi diabetes melitus dibagi menjadi 3 macam

Hipoglikemia.

Hipoglikemia merupakan kondisi dimana terjadi penurunan kadar gula darah secara drastis, yang disebabkan oleh tingginya kadar insulin dalam tubuh, terlalu banyak mengonsumsi obat penurun gula darah, atau telat makan.

Adapun gejalanya seperti, penglihatan kabur, jantung berdetak cepat, sakit kepala, tubuh gemetar, keringat dingin, dan pusing. Selain itu, kadar gula darah yang terlalu rendah dapat menyebabkan pingsan, kejang, dan koma.

Ketosiadosis diabetik (KAD).

Ketosiadosis diabetik merupakan kondisi kegawatan medis yang disebabkan karena peningkatan kadar gula darah yang terlalu tinggi. Hal ini merupakan komplikasi diabetes mellitus, yang terjadi saat tubuh tidak dapat menggunakan gula darah sebagai sumber bahan bakar. Disitu tubuh akan mengolah lemak dan menghasilkan zat keton sebagai sember energi.

Apabila kondisi ini tidak segera ditangani, dapat mengakibatkan penumpukan zat asam yang berbahaya dalam darah, sehingga menimbulkan dehidrasi, koma, sesak napas, bahkan kematian.

Hyperosmolar hyperglycemic state (HHS).

Keadaan ini merupakan salah satu kegawatan medis pada penyakit diabetes dengan tingkat kematian hingga mencapai 20 persen. HHS terjadi karena adanya peningkatan kadar gula darah yang sangat tinggi dalam waktu tertentu. Gejala HHS ditandai dengan dehidrasi, kejang, lemas, gangguan kesadaran, hingga koma.

Baca juga : 7 Cara mencegah diabetes di usia muda

Komplikasi diabetes mellitus kronis

Jika diabetes tidak dikelola dengan baik, maka akan terjadi komplikasi jangka panjang dan biasanya berkembang secara bertahap. Lonjakan kadar gula darah yang tidak terkontrol dari waktu ke waktu akan meningkatkan risiko komplikasi, seperti kerusakan serius pada seluruh organ tubuh.

Berikut beberapa komplikasi jangka panjang penyakit diabetes mellitus:

Gangguan pada mata (retinopati diabetik).

Diabetes dapat merusak pembuluh darah di retina mata. hal ini disebut retinopati diabetik dan bisa berpotensi mengakibatkan kebutaan. Karena pembuluh darah dimata rusak akibat diabetes dapat meningkatkan risiko gangguan penglihatan, seperti katarak dan glaukoma.

Mendeteksi sejak awal dan pengobatan retinopati secepatnya dapat mencegah atau menunda kebutaan. oleh sebab itu penderita dianjurkan untuk memeriksakan matanya secara teratur.

Kerusakan ginjal (nefropati diabetik).

Komplikasi diabetes mellitus yang mengakibatkan gangguan pada ginjal disebut nefropati diabetik. Hal ini dapat mengabibatkan gagal ginjal, bahkan sampai berujung kematian apabila tidak segera ditangani dengan baik. Pada saat gagal ginjal, harus melakukan cuci darah secara rutin atau transplantasi ginjal.

Mendiagnosis sejak awal, mengontrol kadar gula darah dan tekanan darah, pemberian obat-obatan pada tahap awal kerusakan ginjal, serta membatasi komsumsi protein, merupakan cara yang dapat dilakukan guna menghambat perkembangan diabetes yang mengarah kepada gagal ginjal.

Kerusakan saraf (neuropati diabetik).

Meningkatnya kadar gula darah dapat mengakibatkan kerusakan pada pembuluh darah dan saraf di tubuh, khususnya kaki. Kondisi neuropati diabetik terjadi pada saat saraf mengalami kerusakan, baik itu secara langsung akibat naiknya gula darah ataupun penurunan aliran darah menuju saraf.

Kerusakan pada saraf akan menyebabkan gangguan sensorik dengan gejala seperti kesemutan, mati rasa, atau nyeri. Kerusakan pada saraf juga bisa mempengaruhi saluran pencernaan dan menyebabkan gastroparesis yang ditandai dengan gejala berupa mual, muntah, dan merasa cepat kenyang saat makan.

Komplikasi ini juga bisa mengakibatkan disfungsi ereksi atau impotensi pada pria. Sebetulnya kerusakan pada saraf dapat dicegah dan ditunda apabila diabetes sudah terdeteksi sejak dini.

Dengan demikian glukosa dapat dikendalikan dengan menerapkan pola hidup sehat dan mengonsumsi obat sesuai anjuran dokter.

Masalah kaki dan kulit.

Masalah pada kulit dan luka pada kaki, biasanya sering terjadi apabila menderita komplikasi diabetes. Kondisi ini diakibatkan oleh rusaknya pembuluh darah dan saraf serta terbatasnya aliran darah ke kaki.

Tingginya kadar gula darah juga dapat memudahkan bakteri dan jamur berkembang biak. Lebih-lebih jika terdapat penurunan kemampuan tubuh guna menyembuhkan diri akibat dari diabetes. Dari situlah masalah pada kulit dan kaki pun tidak dapat terelakkan.

Apabila tidak dirawat dengan baik, maka kaki pengidap diabetes akan berisiko mudah luka dan terinfeksi sehingga menyebabkan gangren dan ulkus diabetikum.

Penanganan luka pada kaki penderita diabetes yaitu dengan cara memberikan antibiotik, perawatan luka dengan benar, bahkan sampai amputasi jika kerusakan jaringan sudah parah.

Penyakit kardiovaskular.

Kadar glukosa yang tinggi dapat mengakibatkan kerusakan pada pembuluh darah. Kondisi ini dapat mengakibatkan gangguan sirkulasi darah diseluruh tubuh, termasuk jantung. Komplikasi diabetes melitus yang menyerang jantung dan pembuluh darah antara lain, penyakit jantung, stroke, serangan jantung, dan penyempitan arteri (aterosklerosis).

Dengan mengontrol kadar gula darah dan faktor risiko diabetes lainnya, bisa mencegah dan menunda komplikasi pada penyakit kardiovaskular.

Selain komplikasi yang ada diatas ada juga komplikasi lain yaitu berupa gangguan pendengaran, melemahnya imunitas tubuh, penyakit alzheimer, depresi, serta masalah pada gigi dan mulut.

Baca juga : 8 Gejala diabetes pada tahap awal

Penanganan komplikasi.

Cara menangani komplikasi diabetes mellitus yaitu dengan mengontrol kadar gula darah supaya tidak merusak organ-organ pada tubuh. Penanganan yang dilakukan meliputi pengobatan secara medis, pengaturan gizi, dan menerapkan pola hidup sehat bagi penderita diabetes.

Semakin baik anda mengontrol kadar gula darah, tekanan darah, dan kadar lemak darah, semakin rendah risiko terjadinya komplikasi diabetes mellitus. Penderita dianjurkan untuk berkonsultasi rutin ke dokter, supaya penyakit diabetes ini dapat dikendalikan.

Anda akan tetap sehat dan dapat menurunkan risiko terkena komplikasi diabetes mellitus, dengan cara menerapkan pola hidup sehat yaitu dengan olahraga, menjaga berat badan tetap ideal, menghentikan kebiasaan merokok, serta menghindari tekanan darah dan kolestrol.

Apabila anda mengalami salah satu gejala atau mempunyai faktor risiko seperti diatas segera konsultasikan ke dokter. Jangan mengabaikan tanda dan gejala yang ada, karena dapat mempersulit proses pengobatan dan pemulihan komplikasi diabetes mellitus.

TENTANG PENULIS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *